Jika Wartawan Amir Tak Mendapat Keadilan, Rakyat Kecil Akan Bertanya: Untuk Siapa Pengadilan Berdiri?

Mojokerto.swarapembaharuan.com. Putusan sidang praperadilan perkara Wartawan Amir Asnawi yang akan dibacakan Besok Hari Senin,27 April 2026 kini menjadi perhatian luas Masyarakat. Perkara ini tidak lagi dipandang sekadar sengketa Hukum biasa, tetapi telah menjadi Simbol Harapan masyarakat kecil terhadap Tegaknya Keadilan di Ruang Pengadilan. Amir Asnawi, seorang Wartawan Aktif sekaligus Tulang Punggung Keluarga, saat ini harus…

Read More

Penangkapan Berujung Dugaan Pemerasan, Oknum Polisi Disorot

Jakarta.swarapembaharun.com. Penangkapan seorang pemuda berinisial TA di kawasan bongkaran Tanah Abang pada 15 Maret 2026 menyisakan tanda tanya. Selain barang bukti berupa 3 boks atau 30 lembar tramadol, muncul dugaan praktik penyimpangan dalam proses penanganan perkara. Informasi yang dihimpun menyebutkan, penangkapan dilakukan oleh aparat dari Polsek Tanah Abang. Namun, sekitar satu minggu setelah penangkapan, seorang…

Read More

Pengedar Obat Keras Golongan G Berkeliaran Di Sekitar SDN Kranji Cibinong, Polsek Cibinong Diminta Untuk Segera Menindak

Bogor.swarapembaharuan.com. Menindaklanjuti Pernyataan Bupati Bogor dan Kapolres Bogor mengenai pemberantasan narkoba dan obat keras golongan G, seperti nya tidak di indahkan oleh para pelaku penjual obat keras tersebut seolah kebal hukum. Seperti yang di adukan oleh masyarakat ke redaksi swaradesaku mengenai adanya penjualan obat keras secara sembunyi sembunyi dengan cara COD (Cash On Delivery) di…

Read More

Mafia Pengoplos Gas Subsidi Yang Berada Di Pasir Jeruk Rumpin, Diketahui Di Koordinir Oleh Rabit

Bogor.swarapembaharuan.com. Mafia Gas Oplosan yang berada di wilayah Pasir Jeruk Rumpin, masih berlangsung dan sampai saat ini tidak tersentuh oleh Aparat Penegak Hukum (APH).Kegiatan ilegal tersebut dilakukan secara sistematis dengan modus membeli LPG 3 kg seharga Rp 18.000 per tabung, kemudian menyuntikkannya ke tabung 12 kg yang dijual di pasaran seharga Rp 210.000 per tabung….

Read More

Oknum Kepala Desa Nagrak Sukaraja Diduga Menipu, Para Korban Menunggu Itikad Baiknya

Bogor.swarapembaharuan.com. Dugaan tindak penipuan yang menyeret oknum Kepala Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, mulai mencuat ke publik. Sejumlah warga mengaku menjadi korban dan hingga kini masih menunggu itikad baik dari yang bersangkutan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Menurut keterangan beberapa korban, kasus ini bermula dari meminjam uang dengan jaminan surat tanah, namun setelah…

Read More

Kios Kecil Berjualan Es Teh Diseberang Klinik Nurdin,Ternyata Hanya Modus Untuk Berjualan Obat Daftar G Satpol-PP Kab Bogor Dan Polsek Cibinong Diminta Untuk Menindak

‎Bogor.swarapembaharuan.com. Maraknya peredaran obat keras yang dapat merusak generasi muda, seperti yang awak media temukan terdapat lokasi penjualan obat keras golongan G di Jalan H. Moh. Ashari tepatnya di seberang Klinik Nurdin Cibinong Kabupaten Bogor.‎kegiatan tersebut berjalan cukup lama walau sempat terhenti karena di datangi pihak Polres Bogor,  namun sampai saat ini kios kecil dengan…

Read More

Klarifikasi Dugaan Pelecehan Di KRL: Franka Hendra Sukma Laporkan Balik Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

​Depok.swarapembaharuan.com. Kasus dugaan pelecehan seksual di Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu memasuki babak baru. Franka Hendra Sukma, pihak yang sebelumnya dituding sebagai pelaku dalam unggahan tersebut, kini menempuh jalur hukum untuk memulihkan nama baiknya. ​Didampingi tim kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Mahkamah Law Firm, yaitu…

Read More

Advokat Ahmad Muhibullah, S.H. Kecam KPK: “Jangan Ada Perlakuan Istimewa untuk Tersangka Korupsi, Netizen Sudah Geram!

​Bogor.swarapembaharuan.com. Kebijakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), menjadi tahanan rumah memicu reaksi keras dari praktisi hukum, Ahmad Muhibullah, S.H.(22/3/26). ​Langkah KPK ini dianggap mencederai rasa keadilan di masyarakat dan memunculkan kesan adanya “pilih kasih” dalam penegakan hukum di Indonesia. Ahmad Muhibullah mempertanyakan alasan di balik…

Read More
Exit mobile version