Pelaksanaan Khotmil Qur’an Ke-13, Sekaligus Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

Bogor.swarapembaharuan.com. Acara pelaksanaan Khotmil Qur’an yang ke-13, adalah suatu kegiatan rutinitas yang di laksanakan oleh shobat Qur’an berasal dari program tilawah online baik tilawah pekanan, tilawah harian, maupun tilawah online yang di dirikan per taklim dengan beranggotakan jamaah dari Jabodetabek maupun jamaah dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan ini di hadiri oleh jama’ah taklim jabodetabek, sehingga menambah syiar dalam cinta Alqur’an, yang berlokasi di Graha Kartika Pratama, Cluster Belalai Gajah, Blok AA1.5/12, Bojong Baru, Cibinong-Bogor, Selasa, (16/06/2026).

Hj.Umi Zainab Sonhadji, dan Abah Amirulloh Sholeh adalah penggagas berdirinya shobat Qur’an serta pengisi di beberapa kajian di majlis taklim, menyampaikan dalam tausiah agama,bahwa momentum pergantian tahun baru Hijriyah adalah mengingat peristiwa agung hijrahnya Rosululloh SAW.

1 Muharram 1448 H, merupakan simbol perubahan dari kegelapan menjadi terang, dalam kegiatan hari ini tidak lain adalah untuk mendapatkan rahmat dan kasih sayang Allah SWT, yaitu kita sebagai hamba ingin mendapatkan ketaqwaan dan selalu Istiqomah untuk membaca Alqur’an, agar kelak tergolong menjadi ahlul Qur’an.

Dalam tema yang di usung ” REFLEKSI AKHIR dan AWAL TAHUN (MUHASABAH DAN EVALUASI DIRI)”.

Dalam tema yang di usung adalah upaya kita untuk menghisab dua pengingat bahwa ada perintah dari Allah SWT, agar kita bisa memuhasabah diri, menghitung dan mengingat apa yang kita perbuat sebagaimana yang di sebut, wahai orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah di perbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah sungguh Allah maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan, (Al-Hasyr : 18).

“Barang siapa yang menginginkan dunia harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan akhirat harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka harus dengan ilmu”.

Wa tawaashoubil -haqqi wa tawaashoubish-shobr, ( dan mengerjakan kebaikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran,(Al-asr :3).

Maka dalam kesempatan ini di sampaikan bahwa pentingnya kita sebagai manusia untuk mencari ilmu agar kelak menghadap Allah SWT.

Dalam setiap kegiatan khotmil Qur’an ada pemberian apresiasi untuk kategori jamaah teristiqomah bertilawah dan jama’ah yang menjadi agen da’wah shobat Qur’an.
Pemberian apresiasi dalam bentuk selendang yang bertuliskan “Shobat Qur’an”, yang bertujuan untuk memberikan motivasi dan mensupport serta saling menyemangati kepada jamaah khotmil Qur’an, Paparnya.

Di temui awak media, Hj.Suri Lesmanawati, S.Pd.,M.Han sebagai salah satu panitia yang di tunjuk oleh umi Zainab, yang bertugas sebagai Pj penerima tamu untuk bertanggung jawab dalam proses registrasi oleh semua jamaah taklim dan non taklim yang hadir pada acara khotmil qur’an jama’ah yang ikut serta dalam Khotmil Qur’an ke-13.

Jama’ah yang hadir 323 orang jamaah dari 291 orang jamaah se-jabodetabek, yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan saling memotivasi serta menyemangati dalam kegiatan shobat Qur’an, agar selalu tetap termotivasi untuk tilawah sesibuk apapun dan dalam kondisi apapun untuk ” Membumikan Alqur’an “, Pungkasnya.

Hj. Suparmi salah satu panitia yang di tunjuk oleh umi Zainab selaku panitia pj konsumsi, menjelaskan bahwa setiap kegiatan khotmil Qur’an menggunakan partisipasi dari seluruh jamaah yang mendapatkan dengan konsep dari diri sendiri untuk diri sendiri sebesar Rp.50.000, yang di gunakan untuk (Snack,makan siang, dan souvenir, sewa tenda, sound sistem, dan kursi), karena acara shobat Qur’an ini tidak ada subsidi dari manapun, semuanya dari jamaah yang hadir.

Ungkapan rasa bersyukur sehingga acara khotmil Qur’an ke-13 ini dari awal sampai akhir di berikan kelancaran, dengan cuaca yang terang benderang serta kehadiran jamaah yang banyak yang hadir, khususnya kepada tim panitia pelaksana yang bekerjasa dan bertanggung jawab atas tugas yang sudah di berikan oleh umi Zainab agar selalu menjaga kedisplinan, menjaga kebersihan, dan bertanggung jawab dalam tugasnya dengan ikhlas dalam menerima dan memuliakan ahlul Qur’an, serta menjaga adab untuk sesama, Ungkapnya.

Acara di tutup dengan do’a bersama yang di pimpin oleh umi Zainab, kemudian di lanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang dalam satu nampan untuk berlima sesuai ajaran Rosulullah SAW, dengan motto “Fastabiqul Khoirot”.

“Mari Membumikan Alqur’an yang selalu di gaungkan Shobat Qur’an”.

Yuyun Wahyuni (Ayu)

Exit mobile version