Bogor.swarapembaharuan.com. Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 tingkat Kabupaten Bogor dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, di Situ Plaza Cibinong (29/6/26). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Dalam kegiatan yang dihadiri jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta berbagai elemen masyarakat tersebut, Ajat Rochmat Jatnika Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor membacakan naskah pidato resmi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Republik Indonesia.
Berikut kutipan naskah pidato nya :
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi, Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Yang saya hormati, seluruh keluarga Indonesia di mana pun berada.Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan kekuatan-Nya sehingga kita dapat memperingati momentum sakral bangsa ini, Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33.
Hari ini bukan sekadar baris
tanggal untuk seremonial, melainkan sebuah jeda kultural dan refleksi nasional. Mari kita tengok kembali rumah kita dan bertanya: Sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?
Hadirin yang saya muliakan,
Kita berdiri di panggung peradaban modern yang bergerak cepat, sebuah Era VUCA— sebuah lanskap global yang dicirikan oleh gejolak/perubahan cepat (Volatility), ketidakpastian (Uncertainty), kerumitan (Complexity), dan kebingungan arah (Ambiguity). Hari ini, disrupsi teknologi digital dan pergeseran nilai sosial masuk tanpa permisi ke ruang keluarga melalui gawai di genggaman anak-anak kita.
Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman ini akan dengan mudah
menggilas masa depan mereka. Maka, ketangguhan keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional.
Ketangguhan keluarga ini berkorelasi linear dengan
masa depan Indonesia. Kita sedang berada di jendela peluang historis: Bonus Demografi. Ini merupakan
peluang yang bisa melesatkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia. Namun kondisi ini bisa berubah menjadi bencana demografi—ledakan pengangguran dan runtuhnya stabilitas sosial—jika ledakan usia produktif ini tidak berkualitas.
Oleh karena itu, transformasi kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM) tidak boleh ditunda, dan itu tidak dimulai dari bangku sekolah atau dunia kerja,
melainkan dari dalam rahim ibu dan pengasuhan keluarga. Untuk mengapitalisasi bonus demografi tersebut, kita harus memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga: Pertama, Kesehatan. Kita harus menuntaskan
stunting. Anak yang terhambat perkembangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan gizi di 1000 Hari Pertama
Kehidupan harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga.
Kedua, Pendidikan Karakter. Jadikan rumah sebagai
madrasah abad 21. Di sinilah integritas, kejujuran, dan
kedisiplinan ditanamkan untuk mencetak manusia adaptif dan kolaboratif.Ketiga, Ketahanan Mental. Jadilah pelabuhan
emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Perbaikan kualitas SDM ini mustahil terwujud jika
beban pengasuhan hanya diletakkan di pundak Ibu.
Pada momentum ini, saya ingin berpesan khusus
kepada para Ayah di seluruh Indonesia. Kehadiran fisik dan kedekatan emosional anda adalah penentu kestabilan struktur kepribadian anak. Jangan biarkan
anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless country—di mana Ayah hadir secara fisik, namun absen secara psikologis.
Kekosongan ini sering kali digantikan oleh musuh di dalam rumah: gawai. Jangan biarkan masa depan dan
pola pikir anak-anak kita dikuasai oleh algoritma digital yang tidak bermoral. Jangan biarkan meja makan sunyi karena semua sibuk menatap layar. Wahai para
Ayah, letakkan gawai Anda di rumah, peluk anak anakmu, ajak mereka berdialog, dan batasi waktu layar (screen time) mereka pada hal-hal yang produktif.
Kelalaian pengasuhan dan absennya figur orang tua
ini memiliki dampak langsung pada meledaknya patologi sosial yang mengerikan hari ini. Tawuran
antarpelajar, perundungan (bullying), pergaulan
bebas, hingga cengkeraman narkoba adalah alarm darurat bahwa fungsi keluarga sedang malafungsi.
Anak-anak yang terjerumus dalam kekerasan atau narkoba sering kali adalah mereka yang kurang kasih
sayang di rumah, sehingga mencari pelarian semu di jalanan.
Oleh karena itu, saya mengimbau seluruh orang tua:
Tangkal semua ancaman ini dari dalam rumah kita sendiri! Jangan tunggu sampai anak kita menjadi
korban atau pelaku. Benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga. Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan dirindukan, sehingga ke
mana pun anak kita melangkah, magnet kehangatan keluarga akan selalu menarik mereka pulang ke jalan yang benar.
Hadirin yang saya banggakan,
Akhir kata, mari perbarui paradigma kita. Keluarga bukan sekadar unit terkecil masyarakat, melainkan
hulu dari segala kebijakan publik dan penentu arah pembangunan nasional. Kemajuan ekonomi dan
infrastruktur yang megah tidak akan bermakna tanpa diimbangi oleh kualitas SDM yang bermoral dan bermental baja.
Mari rapatkan barisan, kepalkan tangan, dan satukan tekad demi kehormatan bangsa serta masa depan generasi penerus kita. Mari kita bangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia di tengah tantangan era VUCA ini, agar kita siap
memetik buah manis Bonus Demografi dan mewujudkan impian besar Indonesia Emas 2045.
Selamat Hari Keluarga Nasional!
Cintai Keluarga dengan Cinta yang terencana untuk membentuk Keluarga Berkualitas, Indonesia Kuat, SDM Unggul, dan Bangsa Pemenang!
Terima kasih.
Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sekda Kabupaten Bogor dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa peringatan HARGANAS bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan menjadi pengingat pentingnya membangun ketahanan keluarga di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
“Momentum Hari Keluarga Nasional ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat akan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan generasi yang berkualitas, sehat, dan berakhlak baik,” ujarnya.
Peringatan HARGANAS Ke-33 tingkat Kabupaten Bogor juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan edukatif yang melibatkan masyarakat, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan keluarga yang berkelanjutan.

Dengan semangat HARGANAS, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap seluruh keluarga di Kabupaten Bogor dapat terus menjadi pilar utama dalam menciptakan masyarakat yang kuat, mandiri, dan sejahtera.
Yuyun Wahyuni (Ayu)
