
Bogor.swarapembaharuan.com. Kasus dugaan tindakan asusila yang melibatkan pelajar SMK Bumi Sejahtera Cibungbulang terus menjadi perhatian publik.Peristiwa yang terekam dalam video dan beredar di media sosial itu dinilai telah mencoreng dunia pendidikan Kabupaten Bogor.(30/10/25).

Ketua Gerakan Mahasiswa Bogor Bersatu (GMBB), Isanudin, menilai kasus tersebut bukan sekadar kesalahan individu, tetapi merupakan bukti lemahnya pengawasan dan pembinaan moral di lingkungan sekolah.
“SMK Bumi Sejahtera telah gagal menjalankan fungsi pendidikan secara menyeluruh. KCD Kabupaten Bogor harus tegas mencabut izin operasional sekolah dan menutup sementara seluruh kegiatan belajar sampai dilakukan evaluasi total,” tegas Isanudin dalam keterangannya.
Menurutnya, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk membentuk karakter siswa, bukan hanya fokus pada capaian akademik atau keterampilan teknis. “Jika sekolah gagal membina moral peserta didik, maka itu bukan lembaga pendidikan, melainkan tempat lahirnya generasi tanpa akhlak,” tambahnya.
Berdasarkan hasil konfirmasi di lapangan, pihak sekolah membenarkan bahwa kejadian tidak senonoh tersebut memang terjadi di salah satu ruang kelas sekitar dua minggu sebelum video viral beredar.
Peristiwa itu terjadi pada sekitar pukul 17.00 WIB, setelah kegiatan pembelajaran berakhir.
“Kami baru tahu setelah video beredar. Biasanya setelah kegiatan pembiasaan sore, kami keliling kelas. Tapi sore itu kondisi hujan, sebagian guru sudah pulang,” ujar salah satu guru saat dikonfirmasi wartawan.
Sekolah juga menyebut bahwa jumlah siswa di SMK Bumi Sejahtera mencapai sekitar 1.080 siswa, dan mereka mengklaim masih mampu melakukan pengawasan sesuai kapasitas tenaga pendidik. Namun, pihak sekolah mengakui adanya dugaan pihak luar yang mencoba memeras siswa setelah video tersebar.
“Dari pengakuan anak, ada yang menghubungi melalui WhatsApp dan mencoba memeras. Saat kami lacak, nomornya sudah tidak aktif,” ungkapnya.
Pihak sekolah menegaskan telah melakukan pembinaan internal terhadap siswa yang terlibat, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami sudah memanggil orang tua siswa dan memberikan sanksi sesuai aturan sekolah. Kami juga mengupayakan pendampingan agar anak-anak tidak mengalami tekanan psikologis,” tambahnya.
Desakan Evaluasi dari Publik
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat sekitar yang menilai perlunya pengawasan dan evaluasi sistem pendidikan di sekolah-sekolah swasta Kabupaten Bogor, terutama dalam aspek pembinaan karakter dan pengawasan moral siswa.
Masyarakat berharap KCD Pendidikan Kabupaten Bogor tidak menutup mata dan segera mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan evaluasi izin operasional sekolah jika ditemukan kelalaian dalam pengawasan.
Setelah berita ini tayang kami tim awak media akan konfirmasi KCD Wilayah Kabupaten Bogor dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
(Tim/Red)